Kau tau apa yang paling membuatku bahagia? Kau sebenarnya tak perlu menjawabnya. Karena kau adalah alasannya. Aku bangga kepada diriku karena bisa memilikimu seutuhnya, dan alhamdulillah kita sudah menjalaninya selama ini. Jangankan untuk berharap, untuk membayangkannya saja dulu aku tak berani. Tapi sungguh, sekarang dia benar benar terjadi. Kau sudah menjadi laki-laki yang sempurna dan tentunya kau adalah milikku, seutuhnya. Jangan kau tanya mengapa aku bahagia. Meski beribu luka yang kau berikan dari dulu hingga sekarang. Aku masih berpegang pada dahan yang tak terlalu kuat ini. Semakin hari dia semakin rapuh. Tapi dia bertahan, bertahan dengan sebaik-baiknya. Selain agar dahannya tak patah, ia juga bertahan agar hatinya tak jatuh berserakan. Ini aku, wanita yang katanya milikmu. Berjuta kali kau tusukkan jarum jarum penghianatan, kau hempaskan tubuhku ke dalam perselingkuhan. Tapi tenang, aku masih disini. Bersama aku yang dulu. Bersama aku yang bangga memilikimu. Saat ...